
Progres Jatim.com, Sidoarjo – Program penguatan ekonomi kerakyatan lewat Renovasi Warung Rakyat terus dikebut Pemkab Sidoarjo. Dari target 400 warung rakyat yang akan di renovasi tahun 2026.
Program ini secara resmi disosialisasikan kepada para Camat, Kepala Desa (Kades) serta Lurah se-Kabupaten Sidoarjo dalam acara yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Rabu(11/2).
Sosialisasi ini dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, Fenny Apridawati mewakili Bupati Sidoarjo, Subandi. Hadir pula dalam acara itu Bahrul Amig Asisten II, Bagian Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sidoarjo dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkab Sidoarjo, Mohamad Edi Kurniadi
Sekda Sidoarjo, Fenny Apridawati mengatakan Program Warung Rakyat Direnovasi memiliki multipliyer effect yang signifikan dalam menekan angka pengangguran. Program prioritas ini bertujuan meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil agar semakin berkembang. Karena itu, Fenny berharap warung-warung yang telah direnovasi dapat tumbuh dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitarnya.
“Program Warung Rakyat Direnovasi ini memiliki multipliyer effect terhadap penciptaan lapangan kerja baru,” ujar Fenny Apridawati saat sosialisasi.
Sementara itu Asisten II Pemkab Sidoarjo, Bahrul Amig mengatakan keberadaan warung rakyat turut memperkuat posisi Kabupaten Sidoarjo sebagai Kota Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Saat ini, terdapat ribuan pelaku UMKM di Kabupaten Sidoarjo, yang menjadi salah satu pilar utama dalam menopang perekonomian daerah.
“Ribuan UMKM di Kabupaten Sidoarjo. Itu menjadi kekuatan ekonomi kita bertumpu di sektor ini,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkab Sidoarjo, Mohamad Edi Kurniadi menjelaskan Tahun 2026 merupakan pelaksanaan Program Warung Rakyat Direnovasi dalam kerangka RPJMD Kabupaten Sidoarjo 2021–2026.
Rencananya, renovasi warung rakyat tahun ini akan tersebar di seluruh kecamatan di Sidoarjo. Sebanyak 18 kecamatan mendapatkan kuota penerima manfaat program ini. Edi bersyukur karena usulan calon penerima manfaat dari masing-masing kecamatan sudah diterima. Saat ini, usulan itu, masih dalam tahap verifikasi sebelum proses renovasi dimulai.
“Program ini akan dilaksanakan melalui mekanisme Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa. Kriteria penerima manfaat tahun ini tetap sama dengan tahun sebelumnya. Model BKK yang digunakan lebih tepat sasaran karena melibatkan pemberdayaan masyarakat desa. Sehingga ada partisipasi langsung dari warga,” ungkapnya.
Edi menegaskan para penerima manfaat Program Warung Rakyat Direnovasi tidak akan dilepas begitu saja setelah renovasi selesai. Pemkab Sidoarjo akan terus memberikan pendampingan dalam bentuk pelatihan manajemen pengelolaan warung. Termasuk, pelatihan manajemen keuangan dan pemasaran. ( Gus)





