Dua Ribu Pemilik Outlet Terancam Bangkrut, Akibat PERMEN no 12 thn 2016

by -275 Views

SIDOARJO : Sedikitnya dua ribu pemilik outlet yang menyebar di wilayah sidoarjo terancam tutup, dikarenakan PERMEN no 12 thn 2016 dan revisi PERMEN no 12 tahun 2017 telah mematikan usaha penjualan kartu perdana yang selama ini mereka jual.
Pulung Sasmito SE Ketua Asosiasi Outlet Sidoarjo Bersatu ( AOSB ) mengatakan, semenjak peraturan menteri diberlakukan pemblokiran per tanggal 20/3/2018, mengakibatkan pendapatan pemilik outlet sidoarjo, mengalami penurunan drastir hingga lima puluh persen pendapatan sebelumnya. Pasalnya para pelanggan banyak yang komplen kembali ke konter dikarenakan saat melakukan register kartu perdana namun tidak bisa update. “ Jika itu dibiarkan dan PERMEN tidak segera dilakukan revisi maka akan mematikan usaha mandiri,” tegas pulung geram
Menurutnya, pemerintah harus segera melakukan revisi kalau tidak ingin jumlah pengangguran akan bertambah banyak, karena para pemilik outlet tidak mampu membayar gaji karyawannya, solusinya ya dikeluarkan. Sebagai aksi keprihatinan para pemilik outlet yang tergabung dalam AOSB akan melakukan demo besar-besaran di gedung DPRD jatim yang rencanakan akan dilakukan hari senin tanggal 2/4/2018 dengan pemilik outlet diberbagai daerah wilayah jatim, lebih kurang sepuluh ribu pemilik outlet jumlahnya.
Demo besar-besaran yang kami lakukan di gedung DPRD jatim, sebagai upaya menyatakan aspirasi serta tuntutan agar di dengar oleh wakil-wakil rakyat dan di sampekan ke pemerintah. Adapaun tuntutannya 1. Mendukung registrasu kartu perdana Prabayar secara valid sesuai identitas, 2. Menolak pembatasan 1 NIK untuk 3 kartu perdana, 3. Pemerintah cq KEMENKOMINFO telah membohongi outlet seluler, 4. Menuntut kemenkominfo untuk bertanggugjawab menjamin keamana data pribadi masyarat, 5. Memohon kepada Presiden Indonesia agar turun tangan menyelesaikan, demi keberlangsungan oulet selaku UMKM yang jadi sumber penghidupan 5 juta jiwa masyarat Indonesia.
Demo yang mengerahkan sedikitnya dua ribu pemilik outlet akan berkumpul di alon-alon jayadaru, setelah sedikit berorasi maka akan bergeser ke arah waru menghampiri rekan setelah itu akan bergerak bersama menuju geduang DPRD Jatim. Harapannya akan ada kebijakan baru dari pemerintah dalam upaya menghidupkan usaha UMKM yang selama ini menjadi sumber penghasilan mereka.[gus]

No More Posts Available.

No more pages to load.