100 orang perempuan dari berbagai organisasi wanita di Sidoarjo dilatih menjadi Master Ceremony/MC

by -48 Views

SIDOARJO – 100 orang perempuan dari berbagai organisasi wanita di Sidoarjo dilatih menjadi Master Ceremony/MC. Selain itu mereka juga dilatih bagaimana cara mempertahankan diri dari tindak kejahatan/Women Self Defence oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sidoarjo. Pelatihan yang diselenggarakan dua hari kemarin, 25-26 Juli ditempatkan di Hotel Ayana Trawas Mojokerto. Organisasi wanita yang ikut diantaranya Fatayat, Muslimat, Aisyiyah, TP-PKK, DWP, Persit Kartika Candra Kirana, Harpi Melati, Ikatan Istri Dokter Indonesia, Persatuan Istri DPRD Sidoarjo, Jalasenastri Puspenerbal, Wanita Budha Dharma Bhakti, Wanita Hindu, IPPNU, Perwari, IGTKI, PGRI, Ikatan Bidan Indonesia, Iwapi, Wanita Katolik, Nasyiatul Aisyiyah, Wanita Islam serta Al-Hidayah.

Ketua GOW Kabupaten Sidoarjo Hj. Ida Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan pelatihan MC diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan anggotanya dalam berbicara dan berkomunikasi secara efektif. Harapannya dapat menguatkan kapasitas dan rasa percaya diri anggotanya ketika berkiprah di masyarakat.
Sementara itu Women Self Defence diberikan untuk membekali perempuan dari ancaman tindak kejahatan.

Hj. Ida Nur Ahmad Syaifuddin katakan wawasan menjadi MC perlu diketahui oleh setiap anggota organisasi. Pasalnya setiap institusi maupun organisasi memiliki kegiatan yang dipandu oleh seorang MC. Oleh karenanya dibutuhkan seseorang MC yang mampu mengelola kegiatan dengan baik. Dengan begitu mampu menjaga kredibilitas institusi maupun organisasi dengan baik.

“Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan untuk mengelola dan membawa acara dengan memuaskan,”ucapnya.

Sementara itu menanggapi pelatihan Women Self Defence, Istri dari Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH tersebut mengatakan bahwa kasus kejahatan terhadap perempuan tak pernah surut diberitakan di media massa. Pelatihan pertahanan diri bagi perempuan menjadi pilihan mencegah tindak kejahatan terhadap perempuan. Kasus pelecahan terhadap perempuan menjadi bukti bahwa perempuan belum bebas dari ancaman tindak kejahatan saat beraktifitas. Kekerasan terhadap perempuan dapat terjadi dimana saja. Oleh karenanya perempuan diharapkan dapat selalu waspada. Salah satunya dengan membekali diri dengan keahlian khusus yang dapat dipergunakan melawan kejahatan.

“Pelatihan pertahanan diri tidak hanya untuk melindungi fisik, namun juga mampu memberi dampak positif secara psikologis terhadap perempuan,”ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sidoarjo Drs. Mulyawan, S.Ip, MM dalam sambutannya membuka kegiatan mengatakan peran aktif perempuan di masyarakat sangat besar. Terlihat semakin aktifnya perempuan di masyarakat. Untuk itu perempuan diharapkan dapat meningkatkan kapasitasnya. Salah satunya dengan kegiatan yang diselenggarakan GOW Sidoarjo seperti ini.

Drs. Mulyawan berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kompetensi perempuan yang berkecimpung di suatu organisasi. Salah satunya kompetensi dalam memandu suatu acara.

Dirinya juga mengapresiasi kegiatan Women Self Defence yang diselenggarakan. Hal tersebut penting untuk meningkatkan kesadaran bagaimana cara mempertahankan diri pada situasi yang tidak di inginkan. Drs. Mulyawan melihat kasus kekerasan terhadap perempuan masih relatif tinggi. Untuk itu kewaspadaan terhadap tindak kejahatan perlu ditingkatkan utamanya oleh kaum perempuan.

“Kegiatan semacam ini akan meningkatkan rasa percaya diri dan dan mawas diri,”ucapnya. (GUS)

No More Posts Available.

No more pages to load.