
ProgresJatim.com, Surabaya – Sebanyak 30 wartawan dari berbagai media di Kabupaten Sidoarjo mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Muda yang digelar di Kampus Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, sejak 11 hingga 12 Oktober 2025 ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sidoarjo dengan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan ( LUKW ) Unitomo
Tujuan kegiatan ini meningkatkan profesionalisme wartawan di era digital dan mendorong kualitas pemberitaan yang berimbang, faktual, serta beretika.
Wakil Direktur LUKW Unitomo, Dhimam Abror Djuraid, menyampaikan bahwa uji kompetensi menjadi tolok ukur penting bagi wartawan dalam menegaskan integritas dan kualitas profesinya. Menurutnya, seorang jurnalis tak cukup hanya bisa menulis berita, tapi juga harus memahami tanggung jawab sosial di balik setiap informasi yang disebarkan.
“UKW ini bukan sekadar formalitas atau syarat administratif. Ini adalah parameter kompetensi seorang wartawan, apakah ia benar-benar paham tugas, fungsi, dan etikanya,” ujar Abror di sela kegiatan.
Mantan Pemimpin Redaksi Jawa Pos itu menjelaskan, setidaknya ada tiga poin utama yang harus dimiliki setiap wartawan profesional.
“Pertama, pengetahuan tentang dunia jurnalistik dan peraturan pers. Kedua, skill atau keterampilan dalam menulis, menggali data, dan menyajikan berita. Ketiga, awareness atau kesadaran terhadap nilai dan tanggung jawab profesi,” tegasnya.
Menurut Abror, ketiga hal itu tidak bisa dipisahkan. “Kalau wartawan punya skill tapi tidak punya awareness, ia bisa terseret arus kepentingan. Tapi kalau punya kesadaran tanpa skill, ia tidak bisa menyalurkan idealismenya dengan baik,” tambahnya.
Salah satu penguji UKW, Kundari Pri Susanti, juga menegaskan pentingnya uji kompetensi sebagai bagian dari pembenahan kualitas pers di tingkat daerah. Ia menilai, dengan perkembangan media daring yang begitu cepat, banyak wartawan baru bermunculan tanpa dibekali pemahaman yang cukup tentang kode etik jurnalistik.
“UKW ini menjadi parameter. Wartawan yang lolos berarti sudah memenuhi standar profesional yang ditetapkan Dewan Pers,” ujar Kundari.
Ia menambahkan, kegiatan semacam ini juga membantu pemerintah daerah memastikan ekosistem informasi yang sehat dan kredibel di Sidoarjo.
Heni hadir mewakili Dinas Kominfo Sidoarjo dalam penutupan Acara UKW, menuturkan, uji kompetensi ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Sidoarjo untuk membangun kolaborasi positif antara pemerintah dan insan pers. Dengan wartawan yang kompeten, katanya.
Informasi publik bisa tersampaikan lebih akurat, edukatif, dan tidak menimbulkan disinformasi di masyarakat.
Salah satu peserta UKW Muda, Agus Susilo, mengaku antusias mengikuti uji kompetensi ini. Menurutnya, UKW menjadi ajang pembelajaran sekaligus pengujian mental bagi wartawan agar terus mengasah diri.
“Ini pengalaman berharga. Kami diuji bukan hanya soal kemampuan menulis berita, tapi juga etika, pemahaman hukum, dan tanggung jawab moral sebagai jurnalis,” ujar Agus.
Ia berharap kegiatan serupa bisa terus digelar secara berkala agar wartawan di daerah memiliki standar kompetensi profesional.
“Harapan saya, setelah UKW ini, teman-teman wartawan bisa lebih profesional, berimbang dalam pemberitaan, dan ikut menjaga kepercayaan publik terhadap media,” tutupnya.
Dhimam Abror menambahkan, wartawan masa kini dituntut untuk adaptif terhadap perubahan teknologi, namun tetap berpegang pada nilai-nilai dasar jurnalistik.
“Teknologi boleh berubah, platform boleh berganti, tapi nilai-nilai utama seperti kebenaran, kejujuran, dan keberimbangan tidak bisa ditawar,” kata Dhimam Abror.
Sementara itu, Nurudin, salah satu peserta UKW dari media Siber Ruang.co.id berpendapat, dengan digelarnya UKW angkatan 21 ini dapat diterapkan dalam aktivitas kita sebagai insan jurnalis yang lebih baik lagi.
Dengan semangat itu, UKW Sidoarjo bukan hanya menjadi agenda formal, melainkan langkah konkret dalam menjaga marwah profesi wartawan dan memastikan media tetap menjadi pilar keempat demokrasi yang independen, kritis, dan mencerdaskan.
Di akhir Acara dimumumkan sebanyak 27 Peserta UKW Muda dinyatakan Kompeten, 1 peserta Di diskualifikasi, 2 lainya belum kompeten.





