Tinjau Betonisasi di Krian, Bupati Sidoarjo Warning Kontraktor Agar Percepat Pekerjaan

by -37 Views

Progres Jatim.com, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo Subandi mewarning kontraktor yang menggarap proyek betonisasi. Mereka diminta lebih cepat bekerja agar proyek selesai sebagaimana waktu yang telah ditentukan.
Hal itu ditegaskan Bupati Subandi saat melakukan sidak proyek betonisasi ruas Jalan Krian Rumah Potong Hewan (RPH)-Kemangsen (Baldes), Sidoarjo, Selasa (25/8/2026).
Memasuki hari keempat pengerjaan, proyek pembangunan jalan beton di sana sudah mengalami deviasi sekitar 1,5 persen. Subandi meminta kontraktor segera mengejar ketertinggalan pekerjaan betonisasi jalan sepanjang 450 meter dengan lebar 7 meter tersebut.
“Kita harapkan dengan waktu empat bulan ini betul-betul bisa selesai. Keterlambatan harus dikejar. Kinerja harus dimaksimalkan agar tidak semakin besar deviasinya,” ujar Subandi saat sidak di lokasi.
Dalam sifatnya, Subandi juga menyoroti penggunaan alat berat di lokasi. Menurutnya, alat yang digunakan masih relatif kecil, sementara pekerjaan betonisasi membutuhkan penanganan medan yang cukup berat.
“Kita lihat alatnya terlalu kecil. Harusnya betonisasi sebesar ini alat beratnya lebih besar,” tandasnya.
Subandi juga menyoroti metode pekerjaan yang sebelumnya menggunakan precast. Namun, metode tersebut dinilai kurang bagus sehingga material yang sudah terpasang harus dibongkar dan kembali dikerjakan dengan metode cor.
“Ini awal percobaan untuk betonisasi Sidoarjo kita pakai precast, ternyata kurang bagus, tidak bisa dipakai. Ini lagi dicor, yang sebelumnya dirusak kembali,” jelasnya.
Untuk mengejar deviasi tersebut, kontraktor diminta menyiapkan tambahan alat berat. Subandi menyebut akan ada dua alat yang digunakan untuk mendukung percepatan pekerjaan.
Ya, nanti alat juga akan disiapkan ada alat dua. Biarkan nanti dengan panjang 450 meter, lebarnya ini 7 meter dengan waktu empat bulan,” ujarnya.
Selain percepatan pekerjaan dalam proyek betonisasi bernilai kontrak sekitar Rp 3,6 miliar itu, Subandi menekankan pentingnya pengawasan secara ketat. Ia meminta konsultan pengawas melakukan pemantauan setiap hari dan memperbarui perkembangan pekerjaan melalui sistem E-Kenda.
Menurutnya, laporan konsultan pengawas menjadi salah satu dasar pemerintah daerah untuk mengetahui perkembangan pekerjaan, termasuk apabila terjadi keterlambatan.
“Kalau deviasi ya tentu kita akan tegur. Normalnya berapa, ya ini harus kita sampaikan. Makanya tadi kuncinya adalah di konsultan pengawas,” tegasnya.
Subandi juga meminta pengawasan tidak hanya dilakukan oleh konsultan. Camat dan pemerintah desa diminta ikut mengawal pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Keterlibatan tersebut dinilai penting agar pekerjaan dapat berjalan sesuai target.
“Saya minta tolong teman-teman, terutama untuk pengawasan, terutama Pak Camat, juga ikut mengawasi. Juga nanti dari desa, biarkan nanti kegiatan ini betul-betul realisasi tepat waktu,” katanya.
Dalam sidak tersebut, Subandi juga menjelaskan bahwa kondisi jalan selama pekerjaan berlangsung akan disesuaikan dengan tahapan pekerjaan. Jika seluruh bagian jalan sudah dibongkar, maka jalan akan ditutup total dan arus lalu lintas akan dialihkan.
Menurutnya, pengalihan diperlukan karena pekerjaan menggunakan alat berat dan kondisi medan cukup berat. Penutupan dilakukan agar proses pengerjaan tidak mengganggu sekaligus menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.
Lebih lanjut, Subandi menyoroti pengalaman pelaksanaan proyek tahun sebelumnya yang masih ditemukan banyak deviasi dan keterlambatan. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi bahan evaluasi Pemkab Sidoarjo dalam memperkuat pengawasan proyek pada 2026.
Ia berharap pengawasan yang lebih ketat dapat mencegah terjadinya keterlambatan pekerjaan dan memastikan pembangunan berjalan sesuai target.
“Jangan sampai terjadi seperti pada tahun 2025 banyak deviasi, banyak keterlambatan, banyak kontraktor kena denda.(GUS)

No More Posts Available.

No more pages to load.