
Progresjatim.com,Sidoarjo — Drama politik memanas di Gedung DPRD Sidoarjo saat mayoritas anggota dewan melakukan aksi walk out dari sidang paripurna, Selasa (17/6/2025). Aksi tersebut dipicu oleh kekecewaan terhadap jawaban Bupati Subandi terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2024.
Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Fraksi Gerindra, partai pengusung utama Subandi dalam Pilkada 2024.
Langkah walk out ini dinilai sebagai bentuk kekecewaan mendalam atas sikap bupati yang dinilai tidak menunjukkan penyesalan, khususnya atas pernyataan kontroversialnya beberapa waktu lalu yang dianggap telah merendahkan martabat lembaga legislatif.
Bambang Pujianto, juru bicara Fraksi Gerindra, menyatakan bahwa permintaan maaf Bupati Subandi yang disampaikan dalam paripurna tidak tulus dan terkesan menggampangkan persoalan. Menurutnya, permintaan maaf itu mestinya disampaikan secara terbuka dan lugas di hadapan seluruh anggota dewan serta media massa, bukan disampaikan secara setengah hati.
“Dengan sikap walk out ini, Fraksi Gerindra menunjukkan bahwa kalimat bupati yang terlontar pada bulan Maret lalu benar-benar melukai marwah dewan,” ujar Bambang saat ditemui di ruang Komisi B.
Ia menambahkan, mayoritas anggota dewan sebenarnya berharap agar forum paripurna menjadi momentum penyelesaian polemik tersebut. Namun jawaban bupati, menurutnya, justru memperburuk suasana.
“Bukan hanya tidak memenuhi harapan kami, jawaban bupati juga mengabaikan esensi klarifikasi yang kami minta. Ini bukan sekadar prosedural, tapi soal etika dalam hubungan antarlembaga,” tambahnya.
Aksi ini tak hanya melibatkan Fraksi Gerindra. Dari pantauan di lokasi, sejumlah fraksi besar turut serta dalam aksi protes. Seluruh anggota Fraksi PAN dan PDI Perjuangan juga kompak meninggalkan ruang paripurna. Fraksi PKB turut serta lewat tokoh-tokohnya seperti H. Usman, H. Rizza Ali Faizin, M. Abud, dan Syaifuddin.
Dua anggota dari Fraksi gabungan PKS–PPP, yakni Deni Harjanto dan Hj. Fitrotin Hasanah, juga terlihat keluar dari ruang sidang. Dari Fraksi NasDem, Dimas Pratama ikut menyatakan sikap yang sama.
Sementara itu, dua fraksi lain,Golkar dan Demokrat memilih tetap bertahan dalam sidang paripurna. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari kedua fraksi tersebut terkait alasan mereka tidak ikut walk out.
Apa yang dilakukan Fraksi Gerindra menjadi sorotan tersendiri. Pasalnya, partai ini merupakan motor pengusung Subandi dalam kontestasi Pilkada 2024 lalu. Namun kenyataan bahwa mereka kini memimpin aksi protes, menjadi ironi politik yang mencerminkan adanya ketegangan mendalam antara eksekutif dan legislatif di Sidoarjo.(GUS)





