Santri di Sidoarjo, Bupati Subandi Bersama Ulama Gelar Munajat Raya untuk Indonesia

by -29 Views

Progresjatim.com, Sidoarjo – Memperingati Hari Santri Nasional, Bupati Sidoarjo Subandi bersama para ulama, santri, dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) menggelar Munajat Raya untuk Indonesia di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo Rabu (21/10/2026) malam. Kegiatan ini dilaksanakan serentak lewat Zoom di 18 pendopo kecamatan dengan MWC NU se-Kabupaten Sidoarjo.
Dari Pendopo Delta Wibawa, Subandi menyapa melalui siaran langsung Zoom. Perwakilan kecamatan mengikuti kegiatan bersama para ulama dan santri di wilayah masing-masing menyambut sapaan itu.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdillah Nasih, Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo yang juga Ketua DPC PKB Sidoarjo H Rizza Ali Faizin MPdI, Ketua PCNU Sidoarjo KH Zainal Abidin, Rais Syuriyah PCNU Sidoarjo KH R Abdus Salam Mujib, KH Nurcholis Misbah, Ketua MUI Kabupaten Sidoarjo Dr Ahmad Muhammad MA, Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo Hj Ainun Jariyah, serta
jajaran OPD, GP Ansor, Muslimat, dan Fatayat NU dari 18 kecamatan.
Rangkaian acara diisi dengan munajat dan doa bersama untuk Indonesia. Doa dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, keberkahan Kabupaten Sidoarjo, perdamaian dunia, serta rakyat Palestina yang masih menghadapi konflik. Doa dipimpin KH R Abdus Salam Mujib. Tausiyah kebangsaan disampaikan oleh pengasuh Pondok Pesantren Al Amanah Krian KH Nurcholis Misbah.
Dalam sambutannya, Bupati Subandi menegaskan bahwa Munajat Raya merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk melanjutkan perjuangan para kiai dan santri yang telah berjasa bagi agama, bangsa, dan negara.
“Kita bersama ini meneruskan perjuangan para kiai dan para santri, khususnya di Sidoarjo,” ujar Subandi.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, lanjut dia, terus memberikan pelayanan terbaik bagi dunia pendidikan dan pondok pesantren. Sebab, peran kiai dan santri sangat besar. Tidak hanya dalam membangun NU, tetapi juga menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kita terus berdoa semoga Kabupaten Sidoarjo dijauhkan dari segala bala dan rintangan,” katanya.
Subandi juga menekankan pentingnya sinergi antara umara dan ulama. Mulai tingkat kabupaten hingga MWC NU di kecamatan. Ia menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan pemerintah kepada masyarakat dan kegiatan keagamaan.
“Kami terus berusaha semampu mungkin memberikan pelayanan yang terbaik. Tugas Bupati (eksekutif) maupun legislatif adalah menjadi pelayan bagi masyarakat Sidoarjo. Semoga Sidoarjo selalu diberkahi menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Sidoarjo KH Zainal Abidin mengatakan, Munajat Raya untuk Indonesia juga menjadi momentum mendoakan rakyat Palestina agar segera memperoleh kedamaian. Kiai dan santri memiliki peran strategis dalam perjalanan bangsa. Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga menjaga keberlangsungan NKRI saat ini.
KH Zainal mengajak generasi muda untuk meneruskan semangat perjuangan para ulama dan santri dalam membangun bangsa serta menegakkan nilai-nilai keagamaan. Ia juga mendoakan agar Bupati Subandi senantiasa diberi kekuatan dalam memimpin dan membangun Sidoarjo.
“Munajat yang kita panjatkan bersama malam ini adalah ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bagi Indonesia, khususnya Kabupaten Sidoarjo,” tuturnya.(GUS)

No More Posts Available.

No more pages to load.