RATUSAN SANTRI MANBA’UL HIKAM TANGGULANGIN DIDUGA KERACUNAN MBG, EVAKUASI BERLANGSUNG HINGGA MALAM

by -36 Views

Progres jatim.com, SIDOARJO,— Suara sirene ambulans bersahut-sahutan di jalan menuju Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026) malam.

Satu per satu ambulans datang dan pergi membawa para santri yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG) pada Selasa siang. Hingga sekitar pukul 20.00 WIB, proses evakuasi masih berlangsung.

Para santri dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sebagian diarahkan ke RSUD Sidoarjo, sementara korban lainnya dibawa ke sejumlah rumah sakit swasta di wilayah Tanggulangin, Candi, hingga Sidoarjo kota.

Jumlah korban belum dapat dipastikan. Namun, informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, jumlah santri yang mengalami keluhan kesehatan diperkirakan mencapai ratusan orang.

Situasi di lingkungan pesantren pada malam hari pun tampak sibuk. Mobil ambulans keluar-masuk membawa santri yang membutuhkan pertolongan. Sejumlah orang terlihat membantu proses evakuasi, sementara para santri lainnya menunggu informasi mengenai kondisi rekan-rekannya.

Peristiwa itu diduga bermula setelah para santri menyantap menu MBG pada waktu makan siang. Informasi sementara menyebutkan, makanan disantap setelah para santri menunaikan salat Dhuhur.

Sekitar dua jam setelah makan, mulai muncul keluhan dari sejumlah santri. Mereka merasakan pusing dan mual. Keluhan kemudian dilaporkan semakin bertambah menjelang waktu Ashar.

“Mereka mual-mual dan merasa pusing saat menjelang Ashar,” ujar seorang santri di lingkungan pesantren ketika ikut membantu proses evakuasi korban.

Jumlah santri yang mengalami keluhan kesehatan dilaporkan terus bertambah hingga menjelang Magrib. Kondisi itu membuat proses evakuasi dilakukan secara bertahap menggunakan ambulans.

Para korban berasal dari kalangan santri yang bersekolah di jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah, setingkat SMP dan SMA.

Pesantren Manba’ul Hikam sendiri memiliki jumlah santri mencapai ribuan orang. Karena itu, munculnya keluhan kesehatan secara bersamaan dalam jumlah besar segera menjadi perhatian di lingkungan pesantren.

Informasi sementara di lapangan menyebutkan, menu MBG yang dikonsumsi para santri diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalitengah, Tanggulangin.

Namun, sampai Selasa malam belum ada keterangan resmi mengenai penyebab gangguan kesehatan yang dialami para santri. Hubungan antara makanan MBG dan kejadian keracunan juga masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepastian mengenai jumlah korban, kondisi kesehatan para santri, serta hasil pemeriksaan terhadap makanan yang dikonsumsi juga masih menunggu keterangan dari pihak berwenang.

Peristiwa ini menambah perhatian terhadap pelaksanaan program MBG, terutama menyangkut aspek keamanan pangan, proses pengolahan, distribusi, hingga makanan diterima dan dikonsumsi oleh penerima manfaat.

Di tengah proses evakuasi yang masih berlangsung, keluarga dan pihak pesantren masih menunggu perkembangan kondisi para santri yang mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Selama Malam ini sirene ambulans masih terdengar dari arah jalan menuju pesantren. Evakuasi belum sepenuhnya berhenti. Di sejumlah rumah sakit, para santri yang mengalami keluhan kesehatan masih menjalani pemeriksaan dan perawatan medis.

Penyebab pasti kejadian kini menjadi pertanyaan penting yang menunggu jawaban dari hasil pemeriksaan medis dan investigasi terhadap makanan yang dikonsumsi para santri. (team)

No More Posts Available.

No more pages to load.