Raih Penghargaan Jamsostek Award, Bupati Subandi Siapkan Program Satu ASN Melindungi Satu Pekerja Rentan

by -83 Views

Progres Jatim.com, Sidoarjo- Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berhasil meraih penghargaan Jamsostek Award Provinsi Jawa Timur. Penghargaan itu diterima langsung oleh Bupati Sidoarjo Subandi dari Sekdaprov Jatim Adhy Karyono dalam acara yang digelar di Hotel Vasa Surabaya, Rabu (16/9).
Dalam ajang ini, Pemkab Sidoarjo dinobatkan sebagai peringkat pertama penerima penghargaan dari gubernur Jawa Timur tersebut. Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan penghargaan Jamsostek Award menjadi bukti komitmen Pemkab Sidoarjo terhadap perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sidoarjo.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, menurut dia. akan selalu hadir memberikan jaminan sosial tenaga kerja bagi warga Sidoarjo. Khususnya kepada pekerja rentan dan sektor informal seperti perangkat desa, ketua RT, RW sampai kader Posyandu serta petani dan nelayan.
“Hari ini kita mendapatkan penghargaan Jamsostek Award juara pertama. Alhamdulillah ini bukti bahwa pemerintah hadir memberikan jaminan sosial tenaga kerja kepada masyarakat Sidoarjo terutama kepada pekerja rentan,” ucapnya
Bupati Subandi mengatakan Pemkab Sidoarjo akan terus memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial atau Universal Coverage Jamsostek (UCJ). Cakupan UCJ akan dikhususkan kepada pekerja rentan dan sektor informal. Saat ini cakupan UCJ berada diangka 46,4%. Cakupan tersebut akan terus digenjot. Salah satunya melalui Program Satu ASN Melindungi Satu Pekerja Rentan. Program tersebut diberlakukan kepada PNS untuk mendaftarkan satu pekerja rentan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Hari ini kita punya inovasi yang luar biasa, di mana satu ASN akan membantu satu pekerja rentan untuk menjamin kepersertaan BPJS Ketenagakerjaannya, ini bentuk peran serta teman-teman ASN Kabupaten Sidoarjo untuk membantu sesamanya,” kata Subandi.
Bbanyak manfaat ikut BPJS Ketenagakerjaan. Seperti memberikan jaminan perlindungan jaminan sosial keselamatan kerja serta jaminan sosial ekonomi. Manfaatnya pun juga tidak hanya dirasakan peserta BPJS Ketenagakerjaan saja. Namun juga dapat dirasakan oleh keluarga peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Kalau kata pepatah ikut BPJS Ketenagakerjaan ini adalah “Sedia Payung Sebelum Hujan”. Namanya orang itu kan tidak tahu, kadang dia pulang kerja, kecelakaan dan
terjadi yang tidak kita harapkan, pemerintah disini akan hadir. Apalagi nanti kalau dia punya anak, anaknya nanti tetap bisa sekolah, bisa kuliah lewat santunan kepada keluarga korban yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan. Nah, inilah kehadiran pemerintah,” ujarnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sidoarjo Ainun Amalia yang ikut mendampingi bupati menerima penghargaan mengatakan Pemkab Sidoarjo akan segera mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan Program Satu ASN Melindungi Satu Pekerja Rentan. Untuk sementara ini program tersebut akan diberlakukan kepada PNS pejabat struktural. Jumlahnya sekitar 600 oran PNS pejabat struktural.
“Implementasinya baru di takaran PNS pejabat strukturalnya dulu, sebelum nanti ke level staf, ke level administrator, fungsional, dan sebagainya. Mereka membawa satu pekerja rentan untuk didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan. Jadi ini adalah sedekah melalui BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.
Ainun mengatakan implementasi surat edaran program tersebut akan diberlakukan bulan depan. Saat ini masih dimatangkan konsep pembayaran iurannya. Apakah dapat langsung potong gaji saat PNS menerimanya atau penarikan langsung iuran kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan dari PNS.
“Implementasinya insyaallah bulan depan, ini masih kita konsep untuk pembayaran iurannya, apakah langsung diminta dari personal atau mungkin konsepnya dipotong langsung dari gaji kita sebesar Rp. 16.800,” ujarnya. (GUS)

No More Posts Available.

No more pages to load.