Purna Tugas, Dwi Hary Soeryadi Sampaikan Terimakasih Atas Amanah Memimpin Permuda Delta Tirta

by -124 Views

Progres Jatim.com, SIDOARJO – Masa jabatan Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo periode 2021–2026 resmi berakhir pada 14 Juni 2026. Pada momen tersebut, Dwi Hary Soeryadi menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo periode lalu yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin perusahaan daerah tersebut selama lima tahun terakhir.

‎Dwi Hary menegaskan bahwa amanah yang diterimanya pada tahun 2021 merupakan hasil proses seleksi yang berjalan profesional, objektif, dan sesuai ketentuan. Menurutnya, tidak ada titipan maupun kewajiban menyetor sejumlah uang sepeserpun dalam proses tersebut.

‎“Pesan yang saya terima saat itu hanya satu, yaitu membenahi Perumda Delta Tirta agar menjadi perusahaan yang lebih baik dan dikelola secara profesional,” ujarnya.

‎Menurut Dwi Hary, karena proses seleksi berjalan secara profesional dan amanah, maka hasil yang dicapai selama lima tahun terakhir juga dapat dirasakan secara nyata. Pada tahun pertama kepemimpinannya, manajemen langsung melakukan pembenahan mendasar dengan mengubah sistem keuangan yang sebelumnya masih manual menjadi digital dan paperless.

‎Transformasi tersebut berdampak langsung terhadap kinerja perusahaan. Pada tahun kedua, Perumda Delta Tirta berhasil mencatat laba ditahun sebelumnya Rp15 milyar menjadi sebesar Rp28,5 miliar, yang menjadi rekor laba tertinggi sepanjang sejarah perusahaan saat itu. Rekor tersebut kembali terpecahkan pada tahun ketiga dengan laba mencapai Rp43 miliar dan kembali meningkat menjadi Rp46 miliar pada tahun keempat. Sejalan dengan itu, kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga mencatat sejarah baru dengan nilai sekitar Rp18 miliar pada tahun 2025, menjadi kontribusi PAD tertinggi yang pernah diberikan Perumda Delta Tirta.

‎Dari sisi tata kelola perusahaan, berbagai pembenahan manajemen juga berhasil diwujudkan. Pada tahun 2023 Perumda Delta Tirta memperoleh Sertifikat ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu. Setahun kemudian perusahaan meraih Sertifikat Halal, dan pada tahun 2025 memperoleh Sertifikat ISO Sistem Manajemen Anti Penyuapan sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola yang bersih dan berintegritas.

‎Berbagai penghargaan juga berhasil diraih. Dwi Hary memperoleh penghargaan _Person of the Year_ dan dinobatkan sebagai Direktur Utama kategori Golden Bintang Lima selama dua tahun berturut-turut pada 2025 dan 2026.

‎Di bidang operasional, Perumda Delta Tirta berhasil memenuhi target penyerapan air dari sumber Umbulan melalui skema _Take or Pay_ tanpa meninggalkan utang sepeser pun kepada PT AB. Program tersebut sekaligus mampu meningkatkan kualitas air yang diterima pelanggan.

‎Perusahaan juga membuka kerja sama strategis dengan pihak investor untuk pembangunan jaringan pipa distribusi serta memulai kerja sama pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat Sidoarjo pada masa mendatang dan mengantisipasi potensi krisis air.

‎Dalam upaya meningkatkan efisiensi operasional, Perumda Delta Tirta juga memulai metode penurunan Tingkat Kehilangan Air (TKA) dengan memanfaatkan teknologi SCADA di wilayah tertentu. Hasilnya, tingkat kehilangan air yang sebelumnya mencapai sekitar 41 persen berhasil ditekan hingga di bawah 1 persen pada wilayah yang menjadi lokasi penerapan program.

‎Selain itu, selama masa kepemimpinannya, laporan audit tahunan yang dilakukan BPKP secara konsisten memperoleh predikat Baik dan Sehat. Perusahaan juga selalu meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta memenuhi prinsip _Full Cost Recovery_ (FCR) dalam pengelolaan keuangannya.

‎Bahkan utang masa lalu (tahun 2015) yang tidak ber-SPK pun mulai diselesaikan dengan cara kerjasama dengan institusi hukum yang terkait dan alhamdulillah beberapa sudah berproses. Dan dari sisi SDM, pada tahun 2024 telah dilakukan pengangkatan karyawan kontrak menjadi karyawan tetap sebanyak 130 pegawai.

‎“Atas nama pribadi, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan, dukungan, dan kesempatan kepada saya untuk mengabdi melalui Perumda Delta Tirta,” katanya.

‎Menjelang proses penetapan direksi definitif yang baru, Dwi Hary berharap mekanisme seleksi tetap menjunjung tinggi profesionalisme, transparansi, dan integritas sehingga mampu menghasilkan pemimpin terbaik bagi perusahaan.

‎“Berbagai capaian yang telah diraih selama lima tahun terakhir harus dipertahankan dan ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. Semoga Perumda Delta Tirta terus berkembang menjadi perusahaan yang semakin sehat, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sidoarjo,” pungkasnya. (*)*

‎SIDOARJO – Masa jabatan Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo periode 2021–2026 resmi berakhir pada 14 Juni 2026. Pada momen tersebut, Dwi Hary Soeryadi menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo periode lalu yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin perusahaan daerah tersebut selama lima tahun terakhir.

‎Dwi Hary menegaskan bahwa amanah yang diterimanya pada tahun 2021 merupakan hasil proses seleksi yang berjalan profesional, objektif, dan sesuai ketentuan. Menurutnya, tidak ada titipan maupun kewajiban menyetor sejumlah uang sepeserpun dalam proses tersebut.

‎“Pesan yang saya terima saat itu hanya satu, yaitu membenahi Perumda Delta Tirta agar menjadi perusahaan yang lebih baik dan dikelola secara profesional,” ujarnya.

‎Menurut Dwi Hary, karena proses seleksi berjalan secara profesional dan amanah, maka hasil yang dicapai selama lima tahun terakhir juga dapat dirasakan secara nyata. Pada tahun pertama kepemimpinannya, manajemen langsung melakukan pembenahan mendasar dengan mengubah sistem keuangan yang sebelumnya masih manual menjadi digital dan paperless.

‎Transformasi tersebut berdampak langsung terhadap kinerja perusahaan. Pada tahun kedua, Perumda Delta Tirta berhasil mencatat laba ditahun sebelumnya Rp15 milyar menjadi sebesar Rp28,5 miliar, yang menjadi rekor laba tertinggi sepanjang sejarah perusahaan saat itu. Rekor tersebut kembali terpecahkan pada tahun ketiga dengan laba mencapai Rp43 miliar dan kembali meningkat menjadi Rp46 miliar pada tahun keempat. Sejalan dengan itu, kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga mencatat sejarah baru dengan nilai sekitar Rp18 miliar pada tahun 2025, menjadi kontribusi PAD tertinggi yang pernah diberikan Perumda Delta Tirta.

‎Dari sisi tata kelola perusahaan, berbagai pembenahan manajemen juga berhasil diwujudkan. Pada tahun 2023 Perumda Delta Tirta memperoleh Sertifikat ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu. Setahun kemudian perusahaan meraih Sertifikat Halal, dan pada tahun 2025 memperoleh Sertifikat ISO Sistem Manajemen Anti Penyuapan sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola yang bersih dan berintegritas.

‎Berbagai penghargaan juga berhasil diraih. Dwi Hary memperoleh penghargaan _Person of the Year_ dan dinobatkan sebagai Direktur Utama kategori Golden Bintang Lima selama dua tahun berturut-turut pada 2025 dan 2026.

‎Di bidang operasional, Perumda Delta Tirta berhasil memenuhi target penyerapan air dari sumber Umbulan melalui skema _Take or Pay_ tanpa meninggalkan utang sepeser pun kepada PT AB. Program tersebut sekaligus mampu meningkatkan kualitas air yang diterima pelanggan.

‎Perusahaan juga membuka kerja sama strategis dengan pihak investor untuk pembangunan jaringan pipa distribusi serta memulai kerja sama pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat Sidoarjo pada masa mendatang dan mengantisipasi potensi krisis air.

‎Dalam upaya meningkatkan efisiensi operasional, Perumda Delta Tirta juga memulai metode penurunan Tingkat Kehilangan Air (TKA) dengan memanfaatkan teknologi SCADA di wilayah tertentu. Hasilnya, tingkat kehilangan air yang sebelumnya mencapai sekitar 41 persen berhasil ditekan hingga di bawah 1 persen pada wilayah yang menjadi lokasi penerapan program.

‎Selain itu, selama masa kepemimpinannya, laporan audit tahunan yang dilakukan BPKP secara konsisten memperoleh predikat Baik dan Sehat. Perusahaan juga selalu meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta memenuhi prinsip _Full Cost Recovery_ (FCR) dalam pengelolaan keuangannya.

‎Bahkan utang masa lalu (tahun 2015) yang tidak ber-SPK pun mulai diselesaikan dengan cara kerjasama dengan institusi hukum yang terkait dan alhamdulillah beberapa sudah berproses. Dan dari sisi SDM, pada tahun 2024 telah dilakukan pengangkatan karyawan kontrak menjadi karyawan tetap sebanyak 130 pegawai.

‎“Atas nama pribadi, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan, dukungan, dan kesempatan kepada saya untuk mengabdi melalui Perumda Delta Tirta,” katanya.

‎Menjelang proses penetapan direksi definitif yang baru, Dwi Hary berharap mekanisme seleksi tetap menjunjung tinggi profesionalisme, transparansi, dan integritas sehingga mampu menghasilkan pemimpin terbaik bagi perusahaan.

‎“Berbagai capaian yang telah diraih selama lima tahun terakhir harus dipertahankan dan ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. Semoga Perumda Delta Tirta terus berkembang menjadi perusahaan yang semakin sehat, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sidoarjo,” pungkasnya. (*/GUS)

No More Posts Available.

No more pages to load.