PBJSN Gelar Anugerah Budaya di Sidoarjo, Wabup Mimik: “Budaya Lokal Adalah Akar Karakter Bangsa”

by -1067 Views

Progres jatim.com, SIDOARJO – Budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan denyut nadi kehidupan bangsa. Pesan itu mengemuka dalam acara Penganugerahan Insan Peduli Budaya yang digelar Persatuan Budayawan Jagad Suwung Nusantara (PBJSN) di Museum Mpu Tantular, Minggu (15/6/2025).

Acara yang dikemas hangat namun sarat makna itu turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Tirto Adi. Keduanya menyempatkan hadir dan menyapa para budayawan serta masyarakat pecinta seni.

Dalam kunjungan singkatnya, Wabup Mimik mengapresiasi tampilan alat musik gamelan serta sesaji dari kesenian tradisional jaranan dan bantengan.

“Kita tidak bisa membangun generasi tanpa karakter. Dan karakter itu terbentuk dari budaya lokal yang kita jaga bersama. Budaya adalah akar pendidikan kita yang sesungguhnya,” ucapnya.


Momen penting dalam kegiatan ini adalah penyerahan Surat Keputusan (SK) Padepokan Jagad Suwung dari Ketua Umum PBJSN, Sayudi, kepada Shri Suryo Langgeng, yang lebih dikenal sebagai Ki Suryo.

“Padepokan bukan hanya tempat berkumpul, tapi pusat pembelajaran nilai-nilai adiluhung bangsa. Kami percaya Ki Suryo bisa menjadi suluh dalam kegelapan zaman yang semakin cepat melupakan akar,” ujar Sayudi.

Menanggapi amanah tersebut, Ki Suryo menyatakan kesiapannya menghidupkan padepokan sebagai ruang spiritual dan budaya.
“Kami akan jadikan padepokan ini bukan hanya tempat berkesenian, tapi juga tempat penyembuhan batin, pendidikan karakter, dan pelestarian budaya,” ucapnya penuh semangat.

Dalam rangkaian acara, PBJSN juga memberikan penghargaan kepada Sujani, S.Sos, sebagai Tokoh Masyarakat Peduli Seni dan Budaya Nusantara. Ia dinilai aktif dalam berbagai kegiatan budaya dan penguatan komunitas seni lokal.

“Saya tidak pernah membayangkan mendapat penghargaan ini. Tapi saya yakin, selama kita menjaga budaya dengan hati, maka bangsa ini tidak akan pernah kehilangan arah,” ujar Sujani, yang tampak haru saat menerima penghargaan.

Sebagai penutup, pengunjung disuguhi pertunjukan seni yang menggugah semangat kebangsaan. Tampil apik kelompok campursari, dilanjutkan atraksi energik dari jaranan dan bantengan. Suasana museum berubah menjadi ruang hidup budaya yang menyatu dengan denyut zaman.

Ketua PBJSN, Sayudi, menegaskan bahwa penghargaan ini akan menjadi agenda tahunan.
“Kami ingin gerakan ini menjadi pengingat bahwa budaya bukan barang museum. Ia hidup di hati, langkah, dan karya kita semua,” ujarnya.

Acara ini menjadi bukti bahwa meski arus globalisasi kian deras, semangat menjaga budaya tetap menyala di bumi Sidoarjo.(**)

No More Posts Available.

No more pages to load.