
Progresjatim.com, Sidoarjo – Wilayah langganan banjir menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menjelang musim hujan. Pembangunan rumah pompa terus dipantau sebagai upaya mengurangi potensi genangan.
Senin (26/10/2026), Bupati Sidoarjo H Subandi bersama Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten Sidoarjo melakukan inspeksi mendadak (sidak) progres pembangunan dua rumah pompa. Yakni, di Jalan Jati depan Lippo Plaza dan rumah pompa Sekardangan.
Dalam peninjauan di rumah pompa Jalan Jati, Bupati Subandi menekankan pentingnya pengawasan terhadap kualitas pekerjaan konstruksi, terutama penggunaan material dan pengerjaan pasangan batu agar sesuai standar yang ditentukan.
“Secara progres, pekerjaan ini harus terus dikawal agar selesai tepat waktu. Namun, yang tidak kalah penting adalah kualitas pekerjaan dan material yang digunakan. Kalau ada bagian yang kurang baik, harus segera diperbaiki sebelum serah terima, sehingga tidak menimbulkan pekerjaan berulang,” tegasnya.
Ia berharap pembangunan rumah pompa di depan Lippo Plaza dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi potensi genangan dan banjir di kawasan tersebut. Pengawasan secara berkala perlu dilakukan agar hasil pembangunan benar-benar berfungsi optimal, terutama saat curah hujan meningkat.
Berdasar hasil peninjauan, progres pembangunan rumah pompa di Jalan Jati depan Lippo Plaza menunjukkan capaian yang melampaui target sebesar 10 persen. Meski demikian, bupati menegaskan agar pengawasan terhadap kualitas pekerjaan dan material tetap ditingkatkan. Bagian konstruksi yang ditemukan kurang baik harus segera diperbaiki sebelum serah terima. Dengan begitu, rumah pompa dapat berfungsi optimal untuk mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
Selanjutnya, Bupati Subandi meninjau pembangunan rumah pompa di Sekardangan.
Ia meminta agar pembangunan embung dan rumah pompa tidak hanya berorientasi pada penanganan banjir. Tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah, pembangunan ini berjalan dengan baik. Saya minta agar embung ini nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk menampung air dan mengatasi banjir, tetapi juga mendukung penataan lingkungan serta peningkatan ekonomi masyarakat. Harapannya, setelah persoalan banjir tertangani, UMKM di sekitar sini juga dapat beraktivitas dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUBM Kabupaten Sidoarjo Makhmud menjelaskan bahwa progres pembangunan rumah pompa Sekardangan telah mencapai 11 persen, melampaui target sebesar 10 persen. Pembangunan tersebut meliputi pekerjaan plengsengan dan rumah pompa dengan peningkatan kapasitas pompa dari sebelumnya 50 liter per detik menjadi 250 liter per detik.
Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir, khususnya di wilayah Sidokare dan sekitarnya. Nantinya, aliran air dari kawasan tersebut akan diarahkan menuju busem atau kolam penampungan sebelum dialirkan ke sungai,” jelasnya.
Makhmud menambahkan, penanganan banjir juga dilakukan melalui pembangunan dan perbaikan rumah pompa di sejumlah titik. Di antaranya kawasan Lippo, Banjarpoh, Sidokare, dan Sekardangan. Secara keseluruhan, terdapat 38 rumah pompa di Kabupaten Sidoarjo dengan kapasitas yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Khusus untuk penanganan banjir di kawasan Jalan Jati, depan Lippo Plaza, Dinas PUBM Kabupaten Sidoarjo juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait rencana pembangunan saluran crossing pada jalan yang menjadi kewenangan provinsi. Saluran tersebut direncanakan untuk mengalirkan air dari kawasan rawan banjir menuju busem atau kolam penampungan, sehingga sistem pengendalian banjir di sekitar Lippo Plaza dapat berfungsi lebih optimal,” tutur Makhmud.
Melalui peninjauan langsung ini, Bupati Subandi berharap pembangunan rumah pompa di kedua lokasi dapat berjalan sesuai target, memenuhi standar kualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan kesiapan infrastruktur pengendalian banjir yang optimal, dampak genangan saat musim hujan di sejumlah wilayah rawan banjir di Kabupaten Sidoarjo diharapkan dapat diminimalkan.(GUS)






