Ketua DPRD, Abdillah Nasih Dorong Gedung PWI Sidoarjo sebagai cagar budaya.

by -266 Views

Progres Jatim.com, Sidoarjo – Gedung PWI Sidoarjo, yang terletak di Jala Ahmad Yani No 18 Sidoarjo merupakan salah satu bangunan kolonial di Sidoarjo yang diusulkan dan diproyeksikan sebagai cagar budaya. Bangunan ini memiliki nilai historis penting karena mencerminkan arsitektur masa kolonial Belanda dan berperan dalam sejarah perkembangan perkotaan di Sidoarjo.

“Contohnya perjuangan Bung Tomo ketika memobilisasi para pejuang arek arek Surabaya untuk mempertahankan Kota Surabaya dari tangan militer Inggris yang ditumpangi penjajah Belanda itu saksi sejarahnya gedung RRI dan lestari hingga kini” ujar Abdillah Nasih, saat menghadiri peringatan Hari Pers Nasional di gedung PWI Sidoarjo, Jumat (6/2).

Masih menurut Cak Nasih sapaan akrab Ketua DPRD Abdillah Nasih Begitu juga dengan gedung gedung yang bernilai sejarah di Sidoarjo harus dilestarikan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo karena bernilai dan sarat dengan history dinamika terbentuk Kota Sidoarjo diantaranya gedung PWI yang berada di Jln. A. Yani tepat di sebelah gedung Bank Delta Artha.

Secara terpisah politisi PAN, Bangun Winarso ini menyebut, Kabupaten Sidoarjo sebenarnya sudah memiliki Perda nomer 24 tahun 2022 tentang pelestarian cagar budaya.
Yakni perda yang memayungi simbol peradaban yang memiliki arti penting, sehingga perlu dilindungi, dilestarikan, dan dikelola secara tepat.

“Adanya perda ini, sebagai payung hukum yang jelas untuk menjaga cagar budaya.
Yaitu pelestarian, pengembangan kawasan dan bangunan cagar budaya. Selain itu juga agar dapat memperlambat hilangnya warisan budaya,” katanya.
Bangun Winarso mengatakan, disusunnya perda itu diharapkan pelestarian cagar budaya mampu menyesuaiakan dengan paradigma yang baru.
Serta berorientasi pada pengelolaan dan desentralisasi kawasan.
“Juga perlu peran serta masyarakat dalam melestarikan cagar budaya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, cagar budaya yang memiliki nilai sejarah bisa menjadi sarana edukasi bagi para siswa. Filosofi dan cerita bangunan itu harus ditampilkan agar para siswa bisa mengetahui informasi dan sejarahnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.