Kenang Sulami ibu Vina ” Mau Yudisium Balum punya pacar .”

by -1127 Views


Handoko SBY pagi saat tauziah bersama rekan jurnalis Oneline Siber Sidoarjo di rumah duka Sabtu (17/1/2026)

Progresjatim.com, Sidoarjo – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga besar Anwar camat Wonoayu Sidoarjo ayah mendiang Adzra Sybil “Vina” Afina, bersama rekannya bernama Adinata yang meninggal dalam kecelakaan, betapa tidak kepergian putri kedua untuk selamanya tak memberikan tanda-tanda sehingga aktivitas keluarga berjalan seperti biasanya. Bahkan mendengar anaknya kecelakaan dan meninggal membuat keluarga sok pasalnya sebelum kejadian aktivitas kesehariannya seperti biasa. sulami ibu Vina mendiang sangat terpukul atas kepergian putrinya seakan – akan tak percaya klo ada kejadian kecelakaan yang menyebabkan meninggalnya putri kedua dari dua bersaudara, teringat kata-kata putrinya saat berkata aku mau yudisium tapi belum punya pacar, ” Bunda aku mau yudisium tapi belum punya pacar, siapanyang tak ajak ya Bu, di sambut senyuman jawab ibunya,” kata sulami kepada progresjatim bersama rekan jurnalis Oneline Siber Sidoarjo saat tauziah Sabtu (17/1/2026) di rumah duka.

Tragedi ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan korps Praja. Vina(23), yang merupakan putri kedua Anwar, Camat Wonoayu, meninggal dunia mengenakan seragam dinas kebanggaannya.
Kepergiannya terasa sangat membanggakan orangtua sekaligus menyayat pilu hati, karena peristiwa kecelakaan maut itu tepat saat Vina baru saja menyelesaikan tugas sosialisasi di SMA Negeri 2 Sidoarjo, sekalipun Ia alumnus SMA Negeri 3 Sidoarjo.
“Pagi – pagi (Kamis) dia sudah berangkat ke SMA 2 untuk sosialisasi memotivasi siswa selama anak saya di IPDN. Itu permintaan kating (kakak tingkat)nya di IPDN, kalau pulang kampung untuk sempetin sosialisasi di SMA 2. Padahal anak saya lulusan SMA 3,” tutur Sulami mengisahkan.

Data rujukan dari Satlantas (Satuan Lalu Lintas) Polres Sidoarjo menyebutkan, kecelakaan terjadi di jalur tengkorak Arteri Porong yang kondisinya bergelombang. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2017 tentang Keselamatan Lalu Lintas, aspek infrastruktur jalan menjadi faktor krusial dalam pencegahan fatalitas kecelakaan.
Anwar, sang ayah, tetap tampak tegar meski hatinya hancur. Ia mengungkapkan putri sulungnya (kakak Vina), direncanakan akan melangsungkan lamaran pada bulan Agustus mendatang.
“Kami rencananya bulan delapan mantu anak pertama, kakak Vina. Minggu depan acara lamarannya. Kami lagi sibuk mempersiapkan itu. Tapi Gusti Allah punya rencana lebih indah dengan kepergian Vina. Kami sudah ikhlas, anak saya insya Allah husnul khotimah,” ujar Anwar yang berusaha menenangkan perasaannya.

Kuasa Illahi berkehendak Vina meninggal sebelum yudisium sebentar lagi. Rekan-rekan sejawat Vina dari berbagai daerah seperti Blitar dan Tulungagung turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Mereka mengenang Vina sebagai sosok yang sangat rendah hati (humble). Seorang teman dari Blitar bahkan bercerita bahwa Vina pernah merawatnya dengan tulus saat ia sakit di rumah sakit.
Kepergian Vina dan Asraf, dua calon pamong ini, juga mengukir kenangan duka masyarakat Sidoarjo dan seluruh tanah air. Namun yang pasti, peristiwa kecelakaan maut itu menyisakan persoalan serius infrastruktur jalan. Sebuah kewajiban Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk menuntaskan masalah tanggungjawab infrastruktur itu.

Handoko, Humas JOSS (Jurnalis Oneline Siber Sidoarjo), mengatakan kami mewakili rekan organisasi mengucapkan turut belasungkawa atas meninggalnya Adzra Sybil Avina putri bapak Anwar camat Wonoayu. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan yang maha esa, sementara yang ditinggal kan diberikan kekuatan serta kesabaran dan ikhlasnya. Semoga kejadian ini ada hikmahnya, ” Manusia hanya berencana tapi Allah berkehendak lain.” tutup pria kalem yang juga jurnalis Surabaya pagi bersama sesaat tauziah bersama rekan JOSS lainnya. (GUS)

No More Posts Available.

No more pages to load.