Jajaran Direksi Delta Tirta yang Baru Resmi Bekerja, Tanda Tangani Kontrak Kinerja 5 Tahun

by -24 Views

Progres Jatim.com, Sidoarjo* – Peningkatan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat menjadi salah satu fokus utama dalam Penandatanganan Kontrak Kinerja dan Surat Pernyataan Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo Masa Kerja Tahun 2026-2031. Kontrak kinerja tersebut menjadi pijakan bagi jajaran direksi untuk meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memperluas manfaat pelayanan air bersih bagi masyarakat Sidoarjo.
Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Mohammad Ainur Rohman mengatakan, kontrak kinerja yang ditandatangani harus menjadi komitmen untuk memperbaiki kualitas pelayanan. Berbagai kekurangan yang masih ada perlu diidentifikasi dan ditindaklanjuti, termasuk persoalan tingkat kebocoran air (TKA).
“Yang paling penting adalah kualitas pelayanan. Apa yang menjadi kekurangan harus bisa diperbaiki, termasuk bagaimana tingkat kehilangan airnya. Harapannya targettarget yang sudah ditetapkan bisa tercapai,” ujarnya di Pendopo Delta Wibawa pada Kamis (3/9/2026).
Menurut Ainur, tingkat kehilangan air menjadi salah satu indikator penting dalam melihat keberhasilan kinerja Perumda Delta Tirta. Penurunan tingkat kebocoran menjadi salah satu target yang harus diwujudkan melalui langkah perbaikan yang terukur.
“Kalau tingkat kehilangan air bisa ditekan, itu menjadi salah satu ukuran keberhasilan kinerja. Semua tentu kembali pada bagaimana pelaksanaan kontrak kinerja tersebut,” katanya.
Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Luhur Pambudi Mulyono mengatakan, seluruh target yang telah dituangkan dalam kontrak kinerja telah disusun untuk menjadi arah kerja perusahaan selama lima tahun ke depan. Target tersebut harus dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan pelayanan masyarak
“Target yang ada sudah kita persiapkan untuk lima tahun ke depan dan harus kita laksanakan untuk mencapai target tersebut. Kontraknya sudah jelas dan tentu ada konsekuensinya terhadap capaian kinerja,” ujarnya.
Salah satu fokus utama adalah menurunkan kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW). Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai langkah teknis, salah satunya pengaturan tekanan air (pressure) pada jaringan distribusi.
“Contohnya, untuk kebocoran, kita harus mengatur pressure. Ini salah satu upaya untuk menekan kehilangan air sehingga air yang sudah diproduksi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pelayanan masyarakat,” jelas Luhur.
Selain menekan kehilangan air, Perumda Delta Tirta juga menargetkan peningkatan cakupan pelayanan air bersih. Saat ini cakupan pelayanan masyarakat masih berada di kisaran 30 persen dan ditargetkan dapat mendekati bahkan melampaui 50 persen dalam lima tahun mendatang.
Perumda Delta Tirta juga menargetkan penambahan jumlah pelanggan secara signifikan. Dari kondisi saat ini, perusahaan menargetkan cakupan pelanggan dapat mencapai sekitar 90 ribu sambungan dalam lima tahun ke depan.
“Untuk cakupan pelayanan, targetnya 90 ribu sampai lima tahun ke depan. Saat ini masih sekitar 21 ribu target hingga tahun ini, sehingga ini menjadi pekerjaan besar yang harus kami lakukan secara bertahap,” ungkapnya.
Luhur menambahkan, keberadaan sumber air Umbulan juga menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih di Sidoarjo. Dengan pengelolaan sumber daya air dan jaringan distribusi yang semakin baik, kapasitas pelayanan diharapkan dapat terus ditingkatkan.
“Yang utama adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat semakin baik, karena hal ini juga masuk di visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo,” tutupnya. (GUS)

No More Posts Available.

No more pages to load.