Jaga Warisan Leluhur, Pelaku Budaya Sidoarjo Bersatu Bentuk Dewan Kebudayaan

by -34 Views

Progresjatim.com, SIDOARJO – Semangat menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur kembali menguat di Kabupaten Sidoarjo. Berbagai komunitas dan paguyuban budaya, budayawan, hingga pegiat tradisi yang hadir dalam acara Grebeg Suro 2026 di Kota Delta sepakat mendorong terbentuknya Dewan Kebudayaan Sidoarjo sebagai wadah bersama untuk memperkuat pelestarian dan pengembangan budaya daerah.Sabtu (20/6/2026).

Kesepakatan tersebut mengemuka di tengah antusiasme ratusan masyarakat dan pelaku budaya yang memadati lokasi kegiatan. Beragam pertunjukan seni tradisional Jaranan “Putro Warso Wijoyo”, busana adat Nusantara, serta penampilan budaya lokal menjadi bukti bahwa budaya masih hidup dan mendapat tempat di tengah perkembangan zaman.

Di sela kegiatan, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Warih Andono, mengajak masyarakat untuk terus menjaga eksistensi kegiatan budaya sebagai bagian dari identitas daerah. Ia bahkan melempar pertanyaan kepada para peserta mengenai kemungkinan kegiatan serupa digelar secara rutin setiap tahun.

“Apakah setuju jika kegiatan seperti ini dilaksanakan setiap tahun?” tanya Warih.

Pertanyaan tersebut langsung disambut seruan kompak dari para peserta yang menjawab, “Setuju!”

Bagi Warih, respons spontan itu menunjukkan bahwa masyarakat Sidoarjo masih memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya. Menurutnya, semangat tersebut harus diikuti dengan langkah konkret melalui pembentukan wadah yang mampu menghimpun seluruh kekuatan budaya yang ada di Sidoarjo.

“Dewan Kebudayaan Sidoarjo harus menjadi rumah besar bagi seluruh Pegiat Budaya ,budayawan, sanggar, komunitas, dan paguyuban budaya. Dengan adanya wadah yang menyatukan, perjuangan melestarikan budaya akan menjadi lebih kuat dan terarah,” ujarnya.

Ia menilai selama ini banyak komunitas budaya yang bergerak aktif di bidangnya masing-masing, mulai dari karawitan, ludruk, pencak silat tradisi, pelestarian sejarah, hingga berbagai Objek Kebudayaan. Namun, belum adanya wadah bersama membuat potensi besar tersebut belum sepenuhnya terintegrasi.

“Budaya tidak bisa dijaga sendiri-sendiri. Harus ada kebersamaan, komunikasi, dan sinergi yang kuat. Jika seluruh elemen budaya bersatu, maka budaya Sidoarjo akan semakin berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat,” tegasnya.

Warih juga berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dapat memberikan dukungan nyata terhadap upaya pembentukan Dewan Kebudayaan sebagai mitra strategis dalam merumuskan arah kebijakan kebudayaan daerah.

Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Sidoarjo yang terpilih Berdasarkan kesepakatan beberapa Organisasi Kebudayaan di Sidoarjo, Bambang Purwanto, mengatakan bahwa gagasan pembentukan Dewan Kebudayaan lahir dari kebutuhan para pelaku budaya untuk memiliki ruang kolaborasi yang mampu menyatukan berbagai komunitas dan paguyuban yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.

Menurut Bambang, Kabupaten Sidoarjo memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari tradisi masyarakat, kesenian rakyat, hingga nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Potensi tersebut perlu dikelola secara bersama agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan kebudayaan di Sidoarjo. Dewan Kebudayaan hadir bukan sekadar organisasi formal, tetapi sebagai wadah untuk memperjuangkan kemajuan kebudayaan daerah,” katanya.

Ia menjelaskan, Dewan Kebudayaan nantinya diharapkan mampu menjadi jembatan antara pelaku budaya dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, sektor swasta, dan masyarakat luas. Selain itu, lembaga tersebut juga dapat berperan dalam pendataan aset budaya, pelestarian tradisi, hingga promosi budaya Sidoarjo ke tingkat yang lebih luas.

Menurut Bambang, tantangan pelestarian budaya saat ini semakin kompleks seiring derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi. Karena itu, dibutuhkan langkah strategis agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai budaya daerahnya.

“Dewan Kebudayaan Sidoarjo hadir untuk menyatukan energi para budayawan, komunitas, dan masyarakat agar kebudayaan daerah tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang mengikuti perkembangan zaman,” tambahnya.

Dukungan terhadap pembentukan Dewan Kebudayaan Sidoarjo juga datang dari berbagai komunitas dan paguyuban budaya yang hadir. Mereka menilai keberadaan lembaga tersebut sangat penting untuk memperkuat koordinasi, memperluas ruang kolaborasi, serta memperjuangkan kepentingan pelaku budaya secara lebih terorganisir.

Kesepakatan berbagai elemen budaya tersebut menjadi langkah awal menuju terbentuknya Dewan Kebudayaan Sidoarjo yang representatif, inklusif, dan mampu menjadi payung bagi seluruh pelaku budaya di Kabupaten Sidoarjo.

Lebih dari sekadar organisasi, Dewan Kebudayaan diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga identitas daerah, merawat warisan leluhur, sekaligus menyiapkan regenerasi pelaku budaya agar nilai-nilai budaya Sidoarjo tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.(zap)

No More Posts Available.

No more pages to load.