Gapura Jenggala Dibangun, Wujud Pemkab Sidoarjo Menata Kawasan Perbatasan

by -30 Views

Progresjatim.com, SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo berencana menata kawasan perbatasan Sidoarjo–Surabaya. Dalam penataan itu, pemerintah bakal membangun Gapura Jenggala berukuran besar.
Penataan kawasan ini dilakukan untuk mempertegas batas wilayah administrasi sekaligus mengangkat nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal Sidoarjo.
Kawasan perbatasan yang menjadi fokus penataan tersebut menghubungkan Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dengan Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo.
Penataan dinilai mendesak agar lingkungan perbatasan tampil lebih tertib serta memiliki landmark atau penanda ruang yang kuat dan estetik.
Menurut Bupati Sidoarjo Subandi, rencana pembangunan Gapura Jenggala akan dibahas secara mendalam bersama Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo.
Langkah ini diambil guna memastikan desain gapura matang, kontekstual, dan kontekstual terhadap narasi sejarah daerah.
“Mudah-mudahan kawasan perbatasan ini bisa ditata ulang sesuai kearifan lokal. Kita ingin mengembalikan nilai-nilai lokal di situ, supaya batas wilayah Surabaya dan Sidoarjo terlihat jelas, sekaligus mengangkat kembali sejarah Sidoarjo,” ujar Subandi saat meninjau lokasi perbatasan tersebut, Jumat (32/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Subandi didampingi Wakil Ketua III DPRD Sidoarjo Warih Andono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Arif Mulyono, serta Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Kombes Pol Gatot Soegeng Soesanto.
Terkait spesifikasi fisik bangunan, gapura tersebut diproyeksikan memiliki lebar minimal 2,5 meter dengan bentang panjang sekitar 7 hingga 8 meter. Dimensi pasti bangunan akan disesuaikan dengan daya dukung dan kondisi riil di lapangan.
“Desainnya akan dimatangkan terlebih dahulu agar benar-benar mencerminkan identitas Sidoarjo. Kita ingin setiap daerah menampilkan karakteristik sejarahnya masing-masing,” kata Subandi.
Selain pembangunan gapura, penataan kawasan juga mencakup pembenahan taman dan perbaikan estetika lingkungan. Saat ini, Pemkab Sidoarjo tengah menyusun rencana dan desain tata ruang kawasan agar proses penataan berjalan terarah.
Penataan perbatasan tidak hanya berfokus pada fisik gapura, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan lalu lintas. Pemkab Sidoarjo berencana mendata pedagang kaki lima (PKL) di sekitar lokasi serta menertibkan kendaraan yang memarkir sembarangan.
Guna mendukung kelancaran arus lalu lintas, Dinas Perhubungan Sidoarjo diinstruksikan melakukan kajian terhadap titik-titik rawan kemacetan akibat parkir liar di bahu jalan. Hasil kajian tersebut bakal menjadi dasar penetapan serta pemasangan rambu-rambu larangan parkir.
“Kami meminta Dishub rutin melakukan patroli agar pengendara tidak memarkir kendaraannya sembarangan. Penataan estetika kawasan harus berjalan beriringan dengan kelancaran arus lalu lintas,” tutur Subandi.
Proyek penataan kawasan perbatasan ini akan dilaksanakan secara bertahap. Usai penataan titik Sidoarjo–Surabaya rampung, Pemkab Sidoarjo menjadwalkan penataan serupa di titik perbatasan daerah lain, seperti batas Sidoarjo–Pasuruan dan Sidoarjo–Mojokerto.
Melalui program penataan ini, kawasan perbatasan diharapkan tidak sebatas menjadi perlintasan kendaraan, melainkan bertransformasi menjadi landmark kebanggaan warga yang sarat kebudayaan.(GUS)

No More Posts Available.

No more pages to load.