Dari Akhlak Seorang Ibu, Keluarga Tangguh Dibangun

by -46 Views

Progresjatim.com, Sidoarjo – Sebuah keluarga tidak hanya dibangun dengan kecukupan
materi, tetapi juga dengan kasih sayang, keimanan, dan akhlak mulia. Di dalamnya,
seorang ibu memiliki peran yang begitu besar. Bukan sekadar mengasuh dan
membesarkan anak, tetapi menjadi sosok pertama yang mengenalkan nilai-nilai
kehidupan dan menanamkan kebaikan sejak dini.
“Perempuan yang berakhlak adalah cahaya bagi keluarganya, ibu yang penuh kasih
adalah kekuatan bagi anak-anaknya. Keluarga yang dilandasi iman serta akhlak mulia
akan menjadi keluarga yang kuat, harmonis, dan mampu menghadapi berbagai
tantangan kehidupan,” tutur Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten
I) Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Ainun Amalia.
Pesan tersebut disampaikan dalam Pengajian Malam Ahad Pahing di Pendopo Delta
Wibawa yang mengangkat tema “Perempuan Berakhlak, Keluarga Tangguh”.
Pengajian bersama KH. Ali Masycan Moesa itu diikuti ribuan jamaah dari Tim
Penggerak PKK (TP PKK) tingkat kecamatan dan desa/kelurahan serta jajaran
perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Hadir pula Ketua TP.
PKK Kabupaten Sidoarjo dr. Sriatun Subandi dan sejumlah kepala perangkat daerah
terkait.
Tema tersebut menjadi pengingat bahwa membangun keluarga tangguh bukanlah
perkara sederhana. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, persoalan ekonomi
hingga tantangan mendidik anak menghadirkan dinamika baru dalam kehidupan
rumah tangga. Dalam situasi seperti ini, perempuan dituntut memiliki kesiapan dan
keteguhan dalam menjalankan perannya.
Bagi Ainun, salah satu kekuatan utama perempuan terletak pada akhlaknya. Akhlak
bukan hanya tentang tutur kata yang santun, melainkan juga tercermin melalui
kemampuan menjaga kehormatan diri, kesabaran, keikhlasan, kepedulian, serta
keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dalam keluarga, seorang ibu memiliki peran yang sangat strategis. Ibu adalah
madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari seorang ibu, anak belajar mengenal kasih
sayang, kejujuran, kesopanan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta nilai-nilai
keimanan,” ujarnya.
Dari rumah, pendidikan karakter sesungguhnya bermula. Anak-anak tidak hanya
belajar melalui nasihat, tetapi juga menyerap apa yang mereka lihat dan rasakan
setiap hari. Cara ibu berbicara, bersikap, menghadapi persoalan, hingga
memperlakukan orang lain menjadi pelajaran kehidupan yang melekat dalam ingatan
mereka.
Itulah sebabnya, membangun keluarga tangguh harus dimulai dari membangun
pribadi-pribadi yang berakhlak mulia. Ketika nilai kejujuran, kesabaran, tanggung
jawab, dan keimanan tumbuh dalam keluarga, anak-anak memiliki bekal untuk
menghadapi kehidupan yang semakin kompleks.
Pengajian yang menghadirkan KH. Ali Masycan Moesa tersebut menjadi salah satu
ruang untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus mengingatkan kembali
pentingnya peran perempuan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Sebab, ketangguhan keluarga tidak selalu lahir dari sesuatu yang besar. Ia tumbuh
dari kasih sayang yang diberikan setiap hari, kesabaran dalam mendidik, nasihat yang
disampaikan dengan ketulusan, serta akhlak baik yang dicontohkan tanpa henti.
Dari seorang ibu, nilai-nilai itu diwariskan. Dan dari keluarga yang berlandaskan iman
serta akhlak mulia, generasi masa depan yang kuat dan berkarakter diharapkan dapat

No More Posts Available.

No more pages to load.