Bupati Swasta Sujani Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Leluhur dalam Grebeg Suro Sidoarjo 2026

by -59 Views

Progresjatim.com, Sidoarjo – Sosok Sujani S.Sos yang akrab dijuluki masyarakat sebagai “Bupati Swasta” menjadi salah satu figur yang mencuri perhatian dalam rangkaian kegiatan Grebeg Suro Sidoarjo 2026 yang digelar di kawasan Lapangan Parkir Selatan Alun-Alun Sidoarjo, Jumat (19/6).

Di tengah semarak Grebeg Suro , jamasan pusaka, dan pertunjukan jaranan ,Sujani tampil menyampaikan pesan penting mengenai pelestarian budaya sebagai bagian dari identitas dan karakter bangsa.

 

Menurut Sujani, Grebeg Suro bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak tercerabut dari akar budaya leluhurnya.

“Budaya adalah jati diri bangsa. Kalau generasi muda tidak mengenal budayanya sendiri, maka perlahan mereka akan kehilangan identitas. Karena itu kegiatan seperti Grebeg Suro harus terus dijaga dan diwariskan,” ujar Sujani di sela kegiatan.

Pria yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di Sidoarjo tersebut menilai keberadaan tradisi kirab dan jamasan pusaka memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar ritual budaya. Di dalamnya terkandung nilai sejarah, penghormatan terhadap leluhur, serta semangat menjaga persatuan masyarakat.

Kehadiran Sujani dalam kegiatan tersebut mendapat perhatian dari sejumlah tokoh yang turut hadir, di antaranya Wakil Ketua DPRD Sidoarjo H. Warih Andono SH, Bopo Suwarso, Bopo Bagus Dwi Prasetyo, serta para pegiat budaya dari berbagai komunitas.

Dalam kesempatan itu, Sujani juga mengapresiasi seluruh panitia dan budayawan yang telah berupaya menjaga keberlangsungan tradisi Grebeg Suro di Kabupaten Sidoarjo.

“Kita patut berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini. Budaya tidak akan hidup tanpa orang-orang yang mau merawat dan memperjuangkannya,” katanya.

Sujani berharap kegiatan budaya yang telah menjadi tradisi tahunan tersebut terus berkembang dan mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada komunitas budaya semata, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat luas.

“Merawat budaya sama dengan merawat masa depan bangsa. Ketika masyarakat tetap menghormati nilai-nilai leluhur, maka persatuan, kerukunan, dan karakter bangsa akan tetap terjaga. Saya berharap Grebeg Suro terus berkembang dan menjadi kebanggaan Sidoarjo,” tegasnya.

Dukungan terhadap pelestarian budaya juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Warih Andono SH. Ia mengapresiasi terselenggaranya Grebeg Suro 2026 yang dinilai menjadi sarana penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Sidoarjo di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.

“Grebeg Suro bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi momentum untuk mengingat kembali akar budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur. Budaya adalah jati diri bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.

Menurut Warih, pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, komunitas budaya, tokoh masyarakat hingga generasi muda sebagai pewaris masa depan bangsa.

Ia berharap Grebeg Suro tidak hanya menjadi tontonan budaya, tetapi juga ruang edukasi yang mampu memperkuat karakter masyarakat berbasis nilai-nilai kearifan lokal.

“Kami mendukung penuh kegiatan-kegiatan budaya seperti ini. Selain memperkuat persatuan masyarakat, juga dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang berdampak pada perekonomian warga. Semoga semangat menjaga warisan leluhur terus tumbuh di Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya.

Sementara itu, prosesi jamasan pusaka dipimpin langsung oleh R.M.H. Muhammad Guntur Sutrisno selaku Pemangku Kadipaten Sidokare. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya uri-uri budaya atau melestarikan warisan leluhur agar tetap dikenal oleh generasi penerus.

“Jangan sampai anak-anak muda kita lupa, bahkan tidak mengetahui budaya yang menjadi identitas daerahnya sendiri. Budaya harus dikenalkan sejak dini agar tetap lestari,” tuturnya.

Ketua Koordinator Grebeg Suro 2026, Deki Dento menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan antar komunitas seni dan budaya di Sidoarjo maupun daerah lain.

 

Melalui semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya Nusantara, Grebeg Suro Sidoarjo 2026 tidak hanya menjadi perayaan pergantian Tahun Baru Jawa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran budaya yang menghubungkan generasi masa kini dengan nilai-nilai luhur warisan para leluhur.

Di tengah pesatnya perkembangan zaman, pesan yang disampaikan para tokoh yang hadir menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak boleh membuat masyarakat melupakan akar budayanya. Sebab, dari budaya itulah lahir identitas, karakter, dan jati diri yang menjadi kekuatan utama bangsa. (Zap)

No More Posts Available.

No more pages to load.