Bupati Subandi Tekankan Harmonisasi Aparatur Desa dan Kelurahan

by -9 Views

Progresjatim.com, Sidoarjo – Harmonisasi antara kepala desa, lurah, sekretaris desa, dan
seluruh perangkat sebagai kunci utama keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan
desa dan kelurahan.
Demikian kata Bupati Sidoarjo Subandi saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis
(Bimtek) Peningkatan Profesionalisme dan Akuntabilitas Aparatur Desa dan Kelurahan
se-Kecamatan Porong di Royal Hotel Tretes, Pasuruan, Minggu (8/11/2026).
“Harmonisasi dan profesionalisme juga merupakan kunci percepatan pembangunan
di tingkat desa dan kelurahan,” tegas Bupati Subandi dalam acara yang juga dihadiri
Pj Camat Porong Aan Ali Fauzan, Sekretaris Kecamatan, para kepala desa, lurah,
serta perangkat desa dan kelurahan se-Kecamatan Porong tersebut.
Dalam kesempatan itu, Subandi juga mengapresiasi semangat peserta yang tetap
mengikuti pelatihan meski digelar pada hari libur sebagai bagian dari upaya
meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan.
Menurutnya, seluruh aparatur desa harus berpedoman pada Undang-Undang Nomor
6 Tahun 2014 tentang Desa beserta perubahannya dalam Undang-Undang Nomor 3
Tahun 2024 agar tata kelola pemerintahan berjalan profesional dan akuntabel.
Subandi yang pernah menjabat sebagai kepala desa mengingatkan bahwa hubungan
yang tidak harmonis antara kepala desa dan perangkat desa dapat menghambat
jalannya pemerintahan dan pembangunan. Karena itu, ia meminta camat dan
sekretaris kecamatan untuk terus melakukan pembinaan serta memperkuat koordinasi
di tingkat desa dan kelurahan.
“Saya ingin antara pemerintah desa dan kelurahan dengan perangkatnya terbangun
harmonisasi yang baik. Kalau kepala desa dan lurah beserta perangkatnya tidak
sinkron, maka pemerintahan akan terganggu dan pembangunan menjadi terhambat,”
tegas Subandi.
Ia juga menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang matang mulai dari
Musyawarah Desa (Musdes), penyusunan RAPBDes hingga penetapan APBDes.
Menurutnya, kepala desa harus memiliki roadmap pembangunan yang jelas agar
seluruh program dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Subandi mengungkapkan komitmen Pemerintah
Kabupaten Sidoarjo untuk terus mendukung pembangunan desa melalui program
Bantuan Keuangan Khusus (BKK).
“Insyaallah tahun 2027 BKK untuk desa kurang lebih sebesar Rp600 juta per desa. Ini
menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah untuk mempercepat
pembangunan di tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya.
Selain BKK, Subandi juga menyoroti program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan
(PIWK) sebagai instrumen percepatan pembangunan yang memperkuat peran camat
dalam merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat.
“PIWK kami hadirkan untuk memperkuat peran camat dalam membangun komunikasi,
koordinasi, dan percepatan pembangunan wilayah. Dengan PIWK, kebutuhan
mendesak seperti perbaikan jalan, normalisasi saluran, dan infrastruktur dasar lainnya
dapat ditangani lebih cepat. Jika kecamatan memiliki PIWK dan desa didukung BKK,
maka percepatan pembangunan akan semakin dirasakan langsung oleh masyarakat,”
urainya.
Sementara itu, Pj Camat Porong Aan Ali Fauzan mengatakan kegiatan bimtek menjadi
bagian dari komitmen Kecamatan Porong dalam meningkatkan kompetensi aparatur
desa dan kelurahan melalui pembinaan dan pengawasan yang berkelanjutan. Selama
dua hari, peserta mendapatkan materi terkait pengadaan barang dan jasa,
administrasi pemerintahan, pengelolaan pembangunan, serta peningkatan
profesionalisme aparatur.
Menjelang musim hujan, Subandi juga mengajak seluruh kepala desa, lurah, dan
masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dan kerja bakti
sebagai bagian dari kearifan lokal dalam menjaga lingkungan.
Subandi berharap bimtek tersebut dapat menjadi bekal bagi aparatur desa dan
kelurahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung
percepatan pembangunan di wilayah masing-masing.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi bekal untuk meningkatkan kapasitas aparatur
desa dan kelurahan. Pada akhirnya, tujuan kita adalah memberikan pelayanan terbaik
kepada masyarakat dan mempercepat pembangunan di Kecamatan Porong maupun kabupaten Sidoarjo,” Pungkasnya.(GUS)

No More Posts Available.

No more pages to load.