Bupati sidak tiga rtlh di Sedati, perbaikan di mulai September

by -33 Views

Progres Jatim.com, Sidoarjo – Tiga warga kurang mampu yang menempati Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Sedati mendapat perhatian Bupati Sidoarjo H. Subandi. Rumah mereka bakal diperbaiki setelah bupati melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Senin (24/8).
Dua RTLH berada di Desa Pabean, yakni milik Lilik Kustinah dan Nur Maskanah. Satu lagi RTLH ditempati Sudarmi yang terletak di Desa Pranti.
Bupati Subandi mengatakan, bulan depan segera dilakukan perbaikan yang meliputi peninggian rumah, perbaikan atap, dan kamar mandi. Namun, bupati ingin warga gotong royong membersihkan isi rumah terlebih dulu. Tujuannya, mempercepat perbaikan RTLH.
”Akhir bulan harus bersih, biar bulan sembilan mulai pelaksanaan perbaikannya,” ucap bupati setelah melihat rumah Sudarmi di Desa Pranti.
Subandi menegaskan bahwa warga kurang mampu harus benar-benar mendapat perhatian. Salah satunya dengan mewujudkan rumah layak huni. Mereka harus hidup di rumah yang aman dan nyaman. Tidak bocor dan kebanjiran saat hujan. Selain itu memiliki kamar mandi yang sehat.
”Semoga segera dilakukan perbaikan agar saat musim hujan tiba, rumah ini tidak sampai bocor, air tidak sampai masuk ke dalam rumah,” katanya.
Wakil Ketua IV Baznas Sidoarjo Ilhamuddin yang ikut mendampingi bupati menyatakan bahwa perbaikan dapat dikerjakan awal September. Untuk sementara ini akan dilakukan pemindahan barang-barang yang ada di dalam rumah. Pihaknya juga akan mempersiapkan hunian sementara bagi penerima manfaat program bedah rumah Baznas Sidoarjo.
”Mudah-mudahan nanti bulan September bisa dikerjakan. Jadi, sementara ini Agustus mengondisikan barang-barangnya yang ada di dalam rumah itu bisa dipindah, termasuk mempersiapkan si penerima bantuan untuk sementara tinggal di mana. Itu yang penting. Sehingga nanti awal September segera dikerjakan,” jelasnya.
Ilhamuddin mengungkapkan, sampai saat ini ada sekitar 700 rumah yang telah mendapatkan bantuan program bedah rumah. Baznas Sidoarjo akan terus melakukan verifikasi penerima manfaat program tersebut. Nantinya akan ada data tunggal penerima manfaat yang menjadi acuannya. Data tersebut berasal dari data yang dimiliki Baznas Sidoarjo, Dinas Sosial Sidoarjo, serta Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Sidoarjo.
”Pak Bupati menghendaki nanti ada data tunggal. Jadi, bukan datanya Baznas saja, bukan datanya Dinsos, datanya Perkim, tapi data itu digabungkan jadi satu, kemudian dilakukan survei. Nanti muncul satu data yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah, itu yang kita kerjakan. Verifikasi data tunggal itu sedang menginjak tahap terakhir, tinggal penataan saja,” paparnya.
Setiap RTLH maksimal mendapat alokasi perbaikan sebesar Rp 27 juta. Jumlah sebelumnya maksimal Rp 25 juta. Kenaikan alokasi perbaikan itu menyesuaikan dengan kenaikan harga bahan bangunan.
Nantinya perbaikan RTLH tidak hanya dikerjakan Baznas Sidoarjo. Kolaborasi dengan Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Sidoarjo juga akan dilakukan Baznas Sidoarjo.(GUS)

No More Posts Available.

No more pages to load.