BPPD Sidoarjo Resmi Dikukuhkan, Suyud Siap Bangun Branding Wisata Lewat Kolaborasi dan Inovasi Digital

by -66 Views

Progres Jatim.com , SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai menata langkah baru untuk mengakselerasi sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Komitmen itu ditandai dengan pengukuhan Pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo masa bakti 2026–2029 di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (7/7).

Pengukuhan yang dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sidoarjo tersebut dipimpin Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo, Yudhi Iriyanto, mewakili Bupati Sidoarjo. Momentum itu sekaligus dirangkaikan dengan pencanangan Gerakan Promosi Pariwisata Terpadu dan Inovatif, sebagai langkah awal membangun sistem promosi yang lebih modern, kreatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Suasana pelantikan berlangsung semarak dengan penampilan Tari Banjar Kemuning dari Sanggar Lintang Kencana yang menggambarkan kekayaan budaya lokal Sidoarjo. Hadir pula unsur Forkopimda, kepala OPD, pelaku industri pariwisata, asosiasi pariwisata, komunitas budaya, akademisi, media, hingga pengelola destinasi wisata di Kabupaten Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Yudhi Iriyanto menegaskan bahwa Sidoarjo memiliki modal besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Potensi tersebut mencakup wisata religi, sejarah, budaya, kuliner, wisata industri, edukasi hingga ekowisata yang tersebar di berbagai wilayah.

Namun, menurutnya, kekayaan potensi itu tidak akan berkembang optimal tanpa didukung strategi promosi yang kuat dan mampu mengikuti perubahan perilaku wisatawan di era digital.

“Pengurus BPPD yang baru harus mampu membaca peluang di era digital. Sidoarjo memiliki banyak potensi yang perlu dikemas secara menarik sehingga menjadi magnet bagi wisatawan, tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Yudhi menjelaskan, keberadaan BPPD merupakan amanat regulasi yang harus dibentuk di setiap kabupaten dan kota sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempromosikan potensi pariwisata daerah.

Karena itu, promosi tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas kreatif, akademisi, media, hingga masyarakat agar pengembangan sektor pariwisata berjalan berkesinambungan.

“Ini merupakan organisasi promosi yang menjadi mitra pemerintah daerah. Harapan kami, BPPD bisa menjadi ujung tombak pemerintah dalam meningkatkan promosi pariwisata. Antara pemerintah dengan BPPD harus saling terhubung sehingga kebutuhan pengembangan pariwisata yang mendesak dapat dijalankan bersama,” katanya.

Pemkab Sidoarjo sendiri mulai memfokuskan pengembangan sejumlah destinasi unggulan, mulai kawasan pesisir timur, wisata mangrove, wisata bahari, wisata religi, museum, wisata edukasi hingga wisata industri.

Salah satu destinasi yang diproyeksikan menjadi ikon baru ialah kawasan mangrove di pesisir timur Kecamatan Sedati yang mulai dikenal sebagai “Amazon-nya Sidoarjo”. Kawasan tersebut menawarkan wisata susur sungai dengan panorama hutan mangrove yang masih alami, bahkan pada periode Januari hingga Juni wisatawan berkesempatan menyaksikan kemunculan ubur-ubur dan hiu tutul yang menjadi daya tarik tersendiri.

“Harapannya Sidoarjo menjadi kota pesaing, bukan lagi sekadar daerah penyangga Surabaya. Potensi wisata susur sungai mangrove ini harus mampu di-branding oleh teman-teman BPPD agar menjadi daya tarik wisata Kabupaten Sidoarjo,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BPPD Kabupaten Sidoarjo periode 2026–2029, Suyud Suprihadji, menegaskan kepengurusan yang baru akan langsung bergerak menyusun program kerja yang berorientasi pada penguatan citra dan branding pariwisata daerah.

Menurutnya, BPPD tidak hanya menjadi lembaga promosi, tetapi juga wadah kolaborasi yang menyatukan pemerintah, dunia usaha, komunitas kreatif, pegiat budaya, akademisi, media, hingga masyarakat dalam membangun ekosistem pariwisata yang sehat dan berdaya saing.

“Kami berkomitmen menjadikan BPPD sebagai wadah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Potensi wisata Sidoarjo sangat besar. Tugas kami adalah mengemas, memasarkan, dan mempromosikannya secara profesional sehingga semakin dikenal serta mampu menarik lebih banyak wisatawan,” ujar Suyud.

Ia menilai promosi pariwisata saat ini harus bergerak lebih dinamis. Tidak cukup mengandalkan kegiatan seremonial, tetapi juga memanfaatkan kekuatan media digital, pemasaran berbasis konten kreatif, penyelenggaraan berbagai event, penguatan identitas destinasi, hingga membangun kemitraan dengan dunia usaha.

“Pariwisata adalah sebuah ekosistem. Keberhasilannya bergantung pada kolaborasi semua pihak. BPPD siap menjadi jembatan yang menyatukan kekuatan pemerintah, dunia usaha, komunitas budaya, media, akademisi, dan masyarakat untuk membangun pariwisata Sidoarjo yang berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal,” tegasnya.

Suyud optimistis, melalui sinergi lintas sektor dan promosi yang lebih inovatif, Sidoarjo mampu memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, penguatan branding daerah diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka peluang investasi, menggerakkan UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengukuhan pengurus BPPD menjadi titik awal penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mengangkat potensi lokal Sidoarjo ke panggung yang lebih luas. Dengan semangat Gerakan Promosi Pariwisata Terpadu dan Inovatif, Sidoarjo menargetkan lahirnya wajah baru pariwisata yang tidak hanya dikenal karena kekayaan budaya dan kulinernya, tetapi juga mampu bersaing sebagai destinasi wisata modern yang memiliki karakter, identitas, dan daya tarik kuat di tingkat regional maupun nasional. (Zap)

No More Posts Available.

No more pages to load.