Baru Dua Dapur Produksi MBG di Sidoarjo yang Resmi Kantongi SLHS

by -1229 Views

Dok foto : dr. Inesa Khoirul Harap, M.H., Kepala Bidang Peningkatan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo, mengatakan kepada progres Jatim Kamis (2/10/2025).

ProgresJatim.com, Sidoarjo – Fakta mengejutkan terungkap dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo. Dari belasan dapur produksi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang setiap hari menyuplai ribuan porsi makanan ke sekolah dasar, ternyata baru dua SPPG yang resmi memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Padahal, sertifikat ini merupakan syarat wajib bagi setiap penyedia jasa makanan skala besar. Tanpa dokumen tersebut, keamanan pangan yang disajikan kepada siswa rawan dipertanyakan.

“Setiap SPPG seyogyanya memiliki SLHS sebagai bukti pemenuhan standar mutu dan keamanan pangan. Sertifikat ini hanya bisa diperoleh setelah lolos uji kelayakan higienis dan sanitasi,” tegas dr. Inesa Khoirul Harap, M.H., Kepala Bidang Peningkatan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo, Kamis (2/10/2025).

Apa Itu SLHS?

SLHS bukan sekadar dokumen administratif. Sertifikat ini diterbitkan oleh Dinkes sebagai jaminan bahwa dapur pengolahan makanan memenuhi standar kebersihan dan kesehatan lingkungan. Untuk mendapatkannya, pengelola SPPG harus melalui serangkaian tahapan, antara lain:

1.Pelatihan keamanan pangan yang difasilitasi Dinkes.

2.Inspeksi kesehatan lingkungan, mulai dari kebersihan dapur hingga fasilitas produksi.

3.Uji laboratorium bahan baku, termasuk air, untuk memastikan bebas dari kontaminasi.

“Kalau dapur produksi belum memiliki SLHS, artinya belum ada jaminan bahwa makanan yang dihasilkan benar-benar aman dikonsumsi,” tambah dr. Inesa.

Dari catatan resmi Dinkes Sidoarjo, hanya dua SPPG yang sudah memenuhi standar dan mengantongi SLHS, yakni:

1. SPPG Perumahan Papyrus, Wedoro, Waru.

2. SPPG Kodim 0816/Sidoarjo, yang berlokasi di eks Kompi B Yonif Mekanis 516/CY, Jalan Mojopahit No. 7, Desa Larangan, Kecamatan Candi.

Sementara SPPG lain disebut masih dalam proses pengajuan. “Ada yang sedang berjalan, tapi yang sudah resmi dan kami nyatakan laik higiene sanitasi baru dua,” jelasnya.(Zap)

No More Posts Available.

No more pages to load.